Sesungguhnya aku ingin gambarkan diriku berdasarkan apa yang bisa aku gambarkan.
Bersama lidah kelu yang mampu ku ucapkan lewat tulisan ini yang mungkin tak ada artinya.
Karena aku bukan seorang penulis.
Seperti Kahlil Gibran dengan cerita cintanya, seperti Kais sang penyair dari Arab.
Michael de Montaigne filosof terkenal dari Francis.
Dale Carnegie penulis buku "How to win friend in fluence people".
Aristoteles seorang penulis ilmiah.
Jendral George Kruck atau Napoleon yang berkata di Saint Helena tentang kebahagiaan.
Aku hanya ingin mencoba untuk menulis tenteng diriku sendiri bersama kehidupan yang ada di sekitarku.
Aku adalah aku....yang terlahir hanya sebagai seorang Ana Rahmawati.
Dengan segala kekurangan, inilah aku apa adanya.
Aku bukanlah " Gadis Kirana" yang baik dan maniez, seperti harapan banyak orang.
Terlalu banyak kekurangan yang aku miliki.
Aku tahu....dan menyadari, bahwa aku bukan Venus, Ovelia, Cleopatra, Srikandi atau siapalah...
Suara itulah yang berujar dan terdengar oleh hatiku seraya kubayangkan orang-orang mengucap pikiran mereka sembari mereka memainkan violis yang misterius atau mungkin piano yang tak berwujud.
Aku hanya ingatkan pada orang-orang... siapa aku???
Karena mungkin orang-orang yang menyayangiku kini jadi pemandu, sebagai kupu-kupu maniez dan yang terbang menuju tempat tinggi.
Tolong katakan pada hatiku....inikah kebodohanku dalam merasakan dan pahami arti kasih sayang???
Ataukah ini hanyalah suara yang tiba dari kesunyian ajal???
Aku tak mengerti dalam mengartikan orang-orang dengan rasa kasih sayang mungkin karena aku sering disakiti.... seperti ajal kematian Bunda Maria.
Aku tak tau tentang kematian, begitu pula aku tak tau tentang cinta dan kasih sayang yang tulus pada saat ini.

0 komentar:
Posting Komentar